Pembiayaan Alat Berat Kembali Booming
Menurut data Bank Indonesia, pertumbuhan bisnis pembiayaan alat berat yang masuk dalam kegiatan sewa guna usaha (leasing)-trennya memang meningkat. Per Mei 2007, leasing tumbuh signifikan, yaitu 27,35% dari Rp 18,27 triliun menjadi Rp 31,82 triliun dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.
Secara umum, potensi pembiayaan alat berat sangat menjanjikan. Memang, tahun lalu, bisnis ini hanya jalan di tempat. Penyebabnya adalah naiknya harga bahan baker minyak (BBM) pada Oktober 2005 dan naiknya suku bunga. Hal itu telah mengakibatkan daya beli masyarakat jatuh dan banyak produsen berhenti memproduksi alat berat. Berdasarkan alas an itu, permintaan alat berat pada 2007 pun pasti meningkat.
Keyakinan bahwa permintaan alat berat pada tahun ini meningkat didukung data peningkatan pembiayaan yang terjadi di IBF dan Surya Artha Nusantara Finance (SAN Finance). “Pada semester kedua tahun ini, SAN Finance mengalami lonjakan permintaan yang signifikan,” aku Susilo Sudjono, Presiden Direktur SAN Finance.
Masih menurut Susilo, pasar perkebunan dan pertambangan bakal memicu kenaikan permintaan kredit. Indikasinya mulai terlihat di SAN Finance. Pada semester pertama tahun ini, SAN Finance telah berhasil mengucurkan kredit ke sector ini Rp 530 miliar atau melewati separuh target akhir tahun yang dipatok Rp 1 triliun. “Makanya kami merevisi target kami sebesar Rp 200 miliar atau naik 20% menjadi Rp 1,2 triliun,” imbuh Susilo.
( Sumber: Majalah InfoBank no.341 edisi Agustus 2007 p.88-89)
|