Home Home

welcome

Welcome to PT Surya Artha Nusantara Finance Website.

About Us

We are member of Astra Financial Services and spesialized in heavy equiptments financing.

Pembiayaan alat berat Surya Artha Rp1 triliun

Pembiayaan alat berat Surya Artha Rp1 triliun

JAKARTA: PT Surya Artha Nusantara Finance (SAN) Finance menargetkan untuk membiayai peralatan berat senilai Rp1 triliun pada 2007 atau meningkat 135% dibandingkan akhir tahun lalu Rp 425 miliar.

Presiden direktur SAN Finance Susilo Sudjono mengatakan membaiknya sektor perkebunan dan pertambangan tahun ini menjadi salah satu faktor penunjang meningkatnya pembiayaan sewa guna usaha peralatan berat.

Selain itu, lanjut dia, penurunan suku bunga Bank Indonesia di level 9% juga berpengaruh pada bunga yang ditawarkan ke nasabah dalam bisnis pembiayaan alat-alat berat.
“tentu saja itu berpengaruh.

Saat ini kami menurunkan bunga pinjaman di level 14,5%-17,5%. Bisnis ini tidak mudah. Kami juga harus mengetahui alat berat itu seperti apa, siapa yang menjadi nasabahnya.” ujar Susilo Sudjono kepada Bisnis di Jakarta, pekan lalu.

SAN Finance adalah perusahaan yang bergerak di bidang sewa guna usaha peralatan berat. Komposisi pemilik saham perseroan itu terdiri dari PT. Astra International Tbk (60%) dan Marubeni Corporation (40%).

Perseroan itu lebih banyak membiayai peralatan yang digunakan untuk proyek perkebunan (37,5%) dan pertambangan (35,8%) serta untuk sektor kehutanan (19,6%) dan konstruksi 6,8%.

Susilo mengatakan perseroan juga akan meningkatkan pembiayaan di bidang konstruksi pada tahun ini menyusul rencana digelarnya proyek-proyek pembangunan infrastruktur oleh pemerintah.

Dibandingkan bidang perkebunan dan pertambangan, dia mengungkapkan, sektor konstruksi memiliki resiko yang lebih minim.

Untuk sumber dana perseroan, dia memaparkan, SAN Finance telah mendapat pinjaman dari lima bank ditambah penggunaan mekanisme private placement. “Jumlah semuanya mencapai Rp600 miliar, termasuk private placement di dalamnya senilai Rp50 miliar.”

Private placement adalah penawaran saham institusional terbatas kepada badan usaha lain dan merupakan kebalikan dari initial public offering (IPO). Mekanisme itu diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan No. 84/2006 tentang Perusahaan Pembiayaan.

Lebih lanjut Susilo menjelaskan kini pihaknya tengah menjajaki pinjaman yang akan diberikan oleh sindikasi bank asing dan local senilai US$30 juta. Selain itu, urai dia, pihaknya juga akan bekerja sama dengan bank local dalam bentuk pinjaman bilateral senilai Rp350 miliar.

Untuk penerbitan obligasi, lanjut dia, SAN Finance berencana mengeluarkan surat utang itu pada 2008. Menurut Susilo obligasi biasanya digunakan untuk diversifikasi dana perusahaan pembiayaan dan menghindari mismatch.

Terkait pembiayaan alat berat, Direktur SAN Finance Keke Hadi menjelaskan pihaknya sangat berhati-hati dalam menetapkan calon nasabah seperti melihat kembali latar belakang nasabah dan alat-alat pendukung perseroan dalam mengerjakan proyek.
“Biasanya kami meminta informasi dari lingkungan bisnis dan bank yang pernah menyalurkan kredit kepada perusahaan yang bersangkutan. Selain itu, kami juga mengecek apakah persoalan ijin sudah lengkap atau tidak dalam pengerjaan proyek.”

( Sumber: Bisnis Indonesia )

 
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>

Banner

Newsflash

Statistics

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday20
mod_vvisit_counterYesterday135
mod_vvisit_counterThis week370
mod_vvisit_counterLast week1108
mod_vvisit_counterThis month988
mod_vvisit_counterLast month5325
mod_vvisit_counterAll days366521

We have: 1 guests, 1 bots online
 , 
Today: Sep 07, 2010