Riwayat Singkat Perseroan

  • Created on Thursday, 01 September 2011 06:10
  • Hits: 4334

I. SEJARAH PENDIRIAN PERSEROAN

Berikut ini adalah sejarah singkat Perseroan sejak pendirian hingga saat ini:

1983

Awal Dari Perjalanan Perseroan

Didirikan pada tanggal 25 Agustus 1983 dengan nama PT Sangga Loka Subur
1984

Perubahan Nama Perseroan

Perseroan berubah nama menjadi PT Surya Artha Nusantara Leasing.
1985

Izin Sewa Guna Usaha

Perseroan mendapatkan izin untuk menjalankan usaha sebagai perusahaan sewa guna usaha dari Kementerian Keuangan Republik Indonesia
1989

Perseroan berubah nama menjadi PT Surya Artha Nusantara Finance

1990

Perizinan Lembaga Multi Pembiayaan

Perseroan mendapatkan izin sebagai Lembaga Multi Pembiayaan dari Kementerian Keuangan Republik Indonesia
1996

Kepemilikan Saham Perseroan

Susunan kepemilikan saham Perseroan menjadi PT Astra Sedaya Finance (23,77%), PT Sedaya Multi Investama (71,32%), dan Marubeni Corporation (4,91%).
2005

Pelaksanaan Joint Venture

Perjanjian Joint Venture baru antara PT Astra International Tbk. dengan Marubeni Corporation
2006

Kepemilikan Saham Perseroan

Jumlah saham Marubeni Corporation di Perseroan meningkat menjadi 40%
2006

Kepemilikan Saham Perseroan

Marubeni Corporation menjual dan mengalihkan kepemilikan saham di Perseroan sebesar 5% kepada PT Marubeni Indonesia
2008

Peningkatan Jumlah Saham

Perseroan meningkatkan saham sebanyak 100.000.000 saham yang kesemuanya dibagi secara proporsional kepada seluruh pemegang saham
2011

Penerbitan Obligasi

Perseroan melakukan penerbitan obligasi I dan terdaftar di Bursa Efek Indonesia
2011

Peningkatan Modal Dasar dan Saham Perseroan

Perseroan meningkatan modal dasar menjadi Rp. 2.000.000.000.000,-.

 

Perseroan didirikan dengan nama PT Sangga Loka Subur pada tanggal 25 Agustus 1983. Pada tahun 1984, Perseroan berubah nama menjadi PT Surya Artha Nusantara Leasing dan memperoleh izin untuk beroperasi sebagai perusahaan sewa guna usaha dari Kementerian Keuangan Republik Indonesia di tahun 1985. Setelah itu pada tahun 1989, Perseroan berubah nama menjadi PT Surya Artha Nusantara Finance (sampai dengan sekarang) dan Perseroan telah memperoleh izin usaha multi pembiayaan, yaitu sewa guna usaha, pembiayaan konsumen, dan anjak piutang berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor: 1660/KMK.013/1990 tanggal 31 Desember 1990. Pada saat ini, Perseroan memfokuskan diri pada kegiataan pembiayaan alat-alat berat untuk pertambangan, perkebunan, kehutanan, konstruksi dan industri.

 

II. VISI DAN MISI PERSEROAN

VISI

Menjadi perusahaan pembiayaan alat berat yang terdepan di Indonesia dengan menciptakan nilai yang bermanfaat bagi semua pihak yang berkepentingan

 


MISI

Menyediakan jasa pembiayaan alat berat melalui hubungan yang berkesinambungan dengan para mitra bisnis


III. KEGIATAN USAHA PERSEROAN

Berdasarkan Akta tertanggal 29-05-2015 (duapuluh sembilan Mei duaribu limabelas) nomor 78, yang dibuat dihadapan KUMALA TJAHJANI WIDODO, Sarjana Hukum, Magister Hukum, Magister Kenotariatan, Notaris di Jakarta, yang telah disetujui oleh Menteri Hukum dan  Hak Asasi Manusia  Republik Indonesia melalui Surat Keputusan tertanggal 12-06-2015 (duabelas Juni duaribu limabelas) nomor: AHU-0937214.AH.01.02.TAHUN 2015 dan pemberitahuan perubahan data Perseroan telah diterima dan dicatat di dalam Sistem Administrasi Badan Hukum oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat tertanggal 12-06-2015 (duabelas Juni duaribu limabelas) nomor AHU-AH.01.03-0940743, Perseroan dapat melaksanakan kegiatan usaha sebagai berikut:
a.    Menjalankan usaha-usaha di bidang Pembiayaan Investasi, yaitu pembiayaan untuk pengadaan barang-barang modal beserta jasa yang diperlukan untuk aktivitas usaha/investasi, rehabilitasi, modernisasi, ekspansi atau relokasi tempat usaha/investasi yang diberikan kepada debitur dalam jangka waktu lebih dari 2 (dua) tahun, yang wajib dilakukan dengan cara:
            1.    Sewa Pembiayaan (Finance Lease);
            2.    Jual dan Sewa-Balik (Sale and Lease Back);
            3.    Anjak Piutang Dengan Pemberian Jaminan Dari Penjual Piutang (Factoring With Recourse);
            4.    Pembelian Dengan Pembayaran Secara Angsuran;
            5.    Pembiayaan Proyek;
            6.    Pembiayaan Infrastruktur; dan/atau
            7.    Pembiayaan lain setelah terlebih dahulu mendapatkan persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan
b.    Menjalankan usaha-usaha dalam bidang Pembiayaan Modal Kerja, yaitu pembiayaan untuk memenuhi kebutuhan pengeluaran-pengeluaran yang habis dalam satu siklus aktivitas usaha debitur dan merupakan pembiayaan dengan jangka waktu paling lama 2 (dua) tahun, yang wajib dilakukan dengan cara:
            1.    Jual dan Sewa-Balik (Sale and Lease Back);
            2.    Anjak Piutang Dengan Pemberian Jaminan Dari Penjual Piutang (Factoring With Recourse);
            3.    Anjak Piutang Tanpa Pemberian Jaminan Dari Penjual Piutang (Factoring Without Recourse);
            4.    Fasilitas Modal Usaha; dan/atau
            5.    Pembiayaan lain setelah terlebih dahulu mendapatkan persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan.
c.    Menjalankan usaha-usaha dalam bidang Pembiayaan Multiguna, yaitu pembiayaan untuk pengadaan barang dan/atau jasa yang diperlukan oleh debitur untuk pemakaian/konsumsi dan bukan untuk keperluan usaha (aktivitas produktif) dalam jangka waktu yang diperjanjikan, yang wajib dilakukan dengan cara:
            1.    Sewa Pembiayaan (Finance Lease);
            2.    Pembelian Dengan Pembayaran Secara Angsuran;
            3.    Pembiayaan lain setelah terlebih dahulu mendapatkan persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan.
d.    Kegiatan usaha pembiayaan lain berdasarkan persetujuan Otoritas Jasa Keuangan.

IV. PRODUK PEMBIAYAAN PERSEROAN

Hingga saat ini, Perseroan terus mengembangkan bisnisnya agar dapat selalu memenuhi kebutuhan customer yang terus berkembang. Adapun hingga saat ini, produk pembiayaan yang ditawarkan oleh Perseroan adalah:

1.    Pembiayaan Investasi dengan cara Sewa Pembiayaan;
2.    Pembiayaan Investasi dengan cara Jual dan Sewa Balik;
3.    Pembiayaan Investasi dengan cara Anjak Piutang Dengan Pemberian Jaminan dari Penjual Piutang;
4.    Pembiayaan Investasi dengan cara Pembelian dengan Pembayaran Angsuran;
5.    Pembiayaan Modal Kerja dengan cara Jual dan Sewa Balik;
6.    Pembiayaan Modal Kerja dengan cara Anjak Piutang Dengan Pemberian Jaminan dari Penjual Piutang;
7.    Pembiayaan Modal Kerja dengan cara Anjak Piutang Tanpa Pemberian Jaminan dari Penjual Piutang;
8.    Pembiayaan Modal Kerja dengan cara Fasilitas Modal Usaha.

Moto

Astra Satu Indonesia

Pilihan Bahasa

Situs

PT Surya Artha Nusantara Finance

Scroll to Top
Resep Masakan