Lates News

Lates News (7)

The latest news from Sanfinance

Monday, 20 July 2009 14:59

Pembiayaan Alat Berat Kembali Booming Featured

(0 votes)

Menurut data Bank Indonesia, pertumbuhan bisnis pembiayaan alat berat yang masuk dalam kegiatan sewa guna usaha (leasing)-trennya memang meningkat. Per Mei 2007, leasing tumbuh signifikan, yaitu 27,35% dari Rp 18,27 triliun menjadi Rp 31,82 triliun dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Secara umum, potensi pembiayaan alat berat sangat menjanjikan. Memang, tahun lalu, bisnis ini hanya jalan di tempat. Penyebabnya adalah naiknya harga bahan baker minyak (BBM) pada Oktober 2005 dan naiknya suku bunga. Hal itu telah mengakibatkan daya beli masyarakat jatuh dan banyak produsen berhenti memproduksi alat berat. Berdasarkan alas an itu, permintaan alat berat pada 2007 pun pasti meningkat.

Keyakinan bahwa permintaan alat berat pada tahun ini meningkat didukung data peningkatan pembiayaan yang terjadi di IBF dan Surya Artha Nusantara Finance (SAN Finance). “Pada semester kedua tahun ini, SAN Finance mengalami lonjakan permintaan yang signifikan,” aku Susilo Sudjono, Presiden Direktur SAN Finance.

Masih menurut Susilo, pasar perkebunan dan pertambangan bakal memicu kenaikan permintaan kredit. Indikasinya mulai terlihat di SAN Finance. Pada semester pertama tahun ini, SAN Finance telah berhasil mengucurkan kredit ke sector ini Rp 530 miliar atau melewati separuh target akhir tahun yang dipatok Rp 1 triliun. “Makanya kami merevisi target kami sebesar Rp 200 miliar atau naik 20% menjadi Rp 1,2 triliun,” imbuh Susilo.

( Sumber: Majalah InfoBank no.341 edisi Agustus 2007 p.88-89)

Last modified on Friday, 16 October 2009 12:43
Monday, 20 July 2009 14:57

Tiga dasar bisnis yang dijalankan SAN Finance Featured

(0 votes)

Secara umum, SAN Finance menjalankan bisnisnya dengan tiga dasar. Satu, segmentasi customer yang benar. Dua, dukungan internal proses. Tiga, membina relationship dengan dealer dan customer secara berkesinambungan. Tapi menurut Susilo Sudjono, Direktur Utama SAN Finance, yang terpenting untuk berlangsungnya kegiatan perusahaan pembiayaan adalah pertumbuhan makro-ekonomi yang positif, stabilnya nilai mata uang, dan tersedianya pendanaan di pasar.
Dalam mengatasi persaingan, SAN Finance mengutamakan pelayanan yang berbeda (unique), terutama dalam hal solution, speed of service, dan flexibility. Hal ini dapat terealisasi jika didukung relationship yang telah terbentuk antara perusahaan, dealer, dan customer.
SAN Finance berusaha mencari cost of fund yang kompetitif dengan melakukan diversifikasi, baik melalui pendanaan offshore maupun onshore.

( Sumber: Majalah InfoBank no.341 edisi Agustus 2007 p.31)

Berdasarkan kajian kinerja keuangan multifinance yang diadakan oleh Biro Riset InfoBank yang disajikan dalam “Rating 137 Multifinance Versi InfoBank 2007”, PT. Surya Artha Nusantara Finance menduduki peringkat ke-5 dalam kategori perusahan permbiayaan breaset Rp 100 miliar s.d. di bawah Rp 1 triliun dengan predikat “Sangat Bagus”.

(Sumber: Majalah InfoBank no.341 edisi Agustus 2007 p.18)

Last modified on Monday, 12 October 2009 17:38
Monday, 20 July 2009 14:55

Pembiayaan alat berat Surya Artha Rp1 triliun Featured

(2 votes)

JAKARTA: PT Surya Artha Nusantara Finance (SAN) Finance menargetkan untuk membiayai peralatan berat senilai Rp1 triliun pada 2007 atau meningkat 135% dibandingkan akhir tahun lalu Rp 425 miliar.

Presiden direktur SAN Finance Susilo Sudjono mengatakan membaiknya sektor perkebunan dan pertambangan tahun ini menjadi salah satu faktor penunjang meningkatnya pembiayaan sewa guna usaha peralatan berat.

Selain itu, lanjut dia, penurunan suku bunga Bank Indonesia di level 9% juga berpengaruh pada bunga yang ditawarkan ke nasabah dalam bisnis pembiayaan alat-alat berat.
“tentu saja itu berpengaruh.

Saat ini kami menurunkan bunga pinjaman di level 14,5%-17,5%. Bisnis ini tidak mudah. Kami juga harus mengetahui alat berat itu seperti apa, siapa yang menjadi nasabahnya.” ujar Susilo Sudjono kepada Bisnis di Jakarta, pekan lalu.

SAN Finance adalah perusahaan yang bergerak di bidang sewa guna usaha peralatan berat. Komposisi pemilik saham perseroan itu terdiri dari PT. Astra International Tbk (60%) dan Marubeni Corporation (40%).

Perseroan itu lebih banyak membiayai peralatan yang digunakan untuk proyek perkebunan (37,5%) dan pertambangan (35,8%) serta untuk sektor kehutanan (19,6%) dan konstruksi 6,8%.

Susilo mengatakan perseroan juga akan meningkatkan pembiayaan di bidang konstruksi pada tahun ini menyusul rencana digelarnya proyek-proyek pembangunan infrastruktur oleh pemerintah.

Dibandingkan bidang perkebunan dan pertambangan, dia mengungkapkan, sektor konstruksi memiliki resiko yang lebih minim.

Untuk sumber dana perseroan, dia memaparkan, SAN Finance telah mendapat pinjaman dari lima bank ditambah penggunaan mekanisme private placement. “Jumlah semuanya mencapai Rp600 miliar, termasuk private placement di dalamnya senilai Rp50 miliar.”

Private placement adalah penawaran saham institusional terbatas kepada badan usaha lain dan merupakan kebalikan dari initial public offering (IPO). Mekanisme itu diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan No. 84/2006 tentang Perusahaan Pembiayaan.

Lebih lanjut Susilo menjelaskan kini pihaknya tengah menjajaki pinjaman yang akan diberikan oleh sindikasi bank asing dan local senilai US$30 juta. Selain itu, urai dia, pihaknya juga akan bekerja sama dengan bank local dalam bentuk pinjaman bilateral senilai Rp350 miliar.

Untuk penerbitan obligasi, lanjut dia, SAN Finance berencana mengeluarkan surat utang itu pada 2008. Menurut Susilo obligasi biasanya digunakan untuk diversifikasi dana perusahaan pembiayaan dan menghindari mismatch.

Terkait pembiayaan alat berat, Direktur SAN Finance Keke Hadi menjelaskan pihaknya sangat berhati-hati dalam menetapkan calon nasabah seperti melihat kembali latar belakang nasabah dan alat-alat pendukung perseroan dalam mengerjakan proyek.
“Biasanya kami meminta informasi dari lingkungan bisnis dan bank yang pernah menyalurkan kredit kepada perusahaan yang bersangkutan. Selain itu, kami juga mengecek apakah persoalan ijin sudah lengkap atau tidak dalam pengerjaan proyek.”

( Sumber: Bisnis Indonesia )

Last modified on Monday, 12 October 2009 17:39
Banner

Newsflash

Statistics

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday86
mod_vvisit_counterYesterday105
mod_vvisit_counterThis week15842
mod_vvisit_counterLast week32259
mod_vvisit_counterThis month121047
mod_vvisit_counterLast month115640
mod_vvisit_counterAll days359972

We have: 1 guests, 2 bots online
 , 
Today: Jul 30, 2010